Campak Kongenital: Mengenal Bahaya Nyata Campak Pada Ibu Hamil dan Janin

Campak kongenital pada bayi

Terinfeksi penyakit campak saat masa kehamilan menjadi perhatian yang cukup serius. Hal ini dikarenakan ancaman nyata yang dialami ibu hamil yang menderita campak, tidak hanya bagi ibu tetapi juga janin yang sedang dikandung. Meskipun tidak secara langsung menyebabkan kecacatan seperti virus Rubella, infeksi ini tetap berbahaya. 

Apa Itu Campak Congenital?

Campak kongenital adalah kondisi di mana bayi baru lahir menderita penyakit campak akibat tertular dari ibu sesaat sebelum atau selama proses persalinan. Virus campak dapat melewati plasenta dan menginfeksi janin yang sedang berkembang atau terpapar saat proses persalinan. Kondisi ini tentunya lebih berbahaya karena bayi baru lahir belum memiliki imunitas yang cukup untuk melawan virus. 

Gejala pada Bayi Baru Lahir

Berbeda dengan anak-anak, bayi baru lahir memiliki sistem daya tahan tubuh yang belum sempurna sehingga infeksi ringan pun dapat berbahaya. Bayi yang lahir dengan campak kongenital umumnya menunjukkan gejala dalam 10 hari pertama setelah kelahiran. Gejala yang muncul dapat berupa demam tinggi, ruam kemerahan di kulit, gangguan pernapasan dan pencernaan.

Bahaya Campak Kongenital

Campak kongenital memiliki tingkat mortalitas (kematian) yang cukup tinggi, sekitar 30%, terutama jika tidak ditangani dengan cepat. Risiko utama kematian pada bayi dengan campak meliputi:
  • Gagal Napas. Gagal napas seringkali menjadi penyebab utama kematian pada bayi baru lahir dengan campak. Kondisi ini dapat disebabkan oleh komplikasi berat pada paru-paru (pneumonia).
  • Ensefalitis. Ensefalitis (radang otak) dapat menyebabkan kerusakan saraf permanen.
  • Kematian Janin di Rahim (IUFD). Kondisi ini dapat terjadi di akhir kehamilan sebelum bayi sempat dilahirkan.

Penanganan Medis

Jika seorang ibu terinfeksi campak menjelang persalinan, tim medis biasanya akan segera memberikan immunoglobulin (IG) pada bayi yang baru lahir untuk membantu sistem imunnya melawan virus. Bayi dan ibu juga perlu diisolasi dari bayi lain untuk mencegah penularan. Seringkali bayi juga memerlukan perawatan intensif di ruang khusus (NICU) untuk mendapat bantuan pernapasan dan nutrisi parenteral.

Pencegahan

Pencegahan terbaik adalah vaksinasi. Akan tetapi, karena vaksin campak (MR/MMR) mengandung virus hidup, vaksin ini tidak boleh diberikan saat hamil, sehingga perlindungan terbaik adalah dengan
  • Vaksinasi Sebelum Hamil. Ibu hamil harus dipastikan memiliki status imunisasi lengkap minimal 1-3 bulan sebelum memulai program kehamilan.
  • Vaksinasi Lingkungan. Semua orang yang tinggal satu rumah dengan ibu hamil dianjurkan untuk vaksinasi untuk memutus rantai penularan.

Campak (Measles) Menular? Kenali Penyebab, Penularan, hingga Penanganannya

Apa Itu Campak?

Campak atau measles adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dan sangat menular. Penyakit campak umumnya ditandai dengan gejala demam, sakit pada tenggorokan, dan ruam kemerahan di tubuh. Virus campak pada awalnya menyerang saluran pernapasan, kemudian menular melalui droplet atau percikan air liur.

Penyebab dan Penularan Campak

Penyakit campak (measles) disebabkan oleh virus Morbilivirus yang dapat dengan mudah menyebar melalui droplet atau percikan air liur yang keluar saat penderita batuk, bersin, maupun berbicara. Droplet atau percikan air liur yang mengandung virus juga dapat bertahan di lingkungan luar/permukaan benda selama 2 jam setelah penderita campak meninggalkan ruangan, sehingga seseorang juga dapat terinfeksi virus campak apabila kontak dengan benda yang terkontaminasi. Satu penderita campak dapat menularkan pada sekitar 12-18 orang di sekitarnya, terutama orang-orang yang belum mendapatkan vaksin.
ruam kemerahan penyakit campak pada anak

Gejala Campak

Campak umumnya memiliki gejala khas yang dapat muncul hingga 10-14 hari setelah terpapar virus campak. Adapun gejala khas campak diantaranya adalah:
  • Demam tinggi/keringat dingin. Demam bisa mencapai 40 derajat celcius atau lebih.
  • Mata merah, berair, dan terasa silau atau sensitif dengan cahaya
  • Batuk dan pilek yang parah
  • Ruam merah. Bintik/ruam kemerahan bisa muncul 3-5 hari setelah demam, pertama kali muncul di garis rambut/belakang telinga, dan menjalar ke muka, leher, dan seluruh tubuh
  • Bercak koplik. Bintik-bintik putih yang muncul di pipi bagian dalam. Tanda ini merupakan tanda khas campak sebelum munculnya ruam kemerahan.

Mengapa Campak Berbahaya?

Meskipun penyakit campak dapat sembuh dengan sendirinya, campak masih tetap berbahaya apabila muncul komplikasi terutama pada anak-anak atau orang dewasa dengan kondisi imun yang lemah (immunodecompromise) atau ibu hamil. Adapun komplikasi yang dapat terjadi diantaranya adalah:
  • Pneumonia (Radang Paru). Infeksi paru yang menjadi penyebab kematian tersering akibat campak pada anak. Gejalanya dapat berupa batuk berat, sesak napas, dan napas cepat. Pneumonia bisa disebabkan langsung oleh virus campak atau infeksi bakteri sekunder.
  • Ensefalitis (Radang Otak). Infeksi pada otak dan bisa menyebabkan kerusakan permanen dan kematian. Gejala yang muncul seperti kejang, penurunan kesadaran, nyeri kepala berat, muntah, dan gangguan saraf lainnya.
  • Diare dan Dehidrasi. Diare dan demam tinggi yang dialami oleh penderita campak dapat mengakibatkan dehidrasi. Penderita akan mengalami lemah, kehilangan tekanan (turgor) kulit, mata cekung, hingga penurunan berat badan akibat kehilangan cairan yang berlebihan.
  • Infeksi Telinga (Otitis Media). Gejalanya berupa nyeri telinga hingga bisa keluar cairan dari telinga. Pendengaran seringkali mengalami gangguan sementara.
  • Kebutaan. Campak menyebabkan keratitis (radang kornea) terutama pada anak yang kekurangan vitamin A.
  • Pada Ibu hamil, campak juga dapat mempengaruhi kondisi janin dan mengakibatkan abortus (keguguran), persalinan prematur, berat badan bayi lahir rendah (BBLR), kematian janin dalam kandungan (IUFD), dan campak kongenital pada bayi.

Pencegahan dan Penanganan

Penyakit campak dapat dicegah dan ditangani dengan:
  • Vaksinasi. Vaksin MMR dapat memberikan perlindungan yang sangat baik terhadap penyakit campak. Di Indonesia, jadwal rutinnya adalah usia 9 bulan, 18 bulan, dan kelas 1 SD.
  • Vitamin A. WHO merekomendasikan pemberian vitamin A dosis tinggi untuk anak yang terkena campak untuk mencegah kerusakan mata dan risiko kematian.
  • Isolasi. Peyakit campak sangat menular sehingga penderita harus diisolasi atau dipisahkan dari orang lain sampai minimal 4 hari setelah ruam muncul.

Beasiswa Indonesia - Korea (LPDP - UST Korea) 2026 Kembali Di Buka

LPDP kembali membuka beasiswa bundling dengan negara lain. Beasiswa bundling memberikan kesempatan bagi pendaftar beasiswa untuk dapat melakukan pendaftaran di dua program sekaligus, yaitu program beasiswa prioritas dan non prioritas atau beasiswa lainnya (afirmasi/targeted/umum) untuk tujuan luar negeri.

Program Bundling LPDP-UST Korea

Program bundling LPDP – UST Korea adalah salah satu jalur beasiswa yang menarik buat kamu yang ingin kuliah riset di Korea Selatan, khususnya di bidang sains dan teknologi. Program ini menggabungkan pendanaan dari pemerintah Indonesia dan universitas riset top Korea. Mahasiswa dapat merasakan belajar sambil mengikuti proyek riset yang nyata.

Keunggulan Beasiswa Bundling LPDP – UST

Program ini menarik karena biasanya kamu mendapat benefit dari dua sisi: LPDP + Korea. Umumnya mencakup:

  • Tuition fee full
  • Tunjangan hidup bulanan
  • Tiket pesawat
  • Asuransi kesehatan
  • Tunjangan buku & riset
  • Dukungan riset dari lab Korea

Di beberapa kasus, mahasiswa juga bisa dapat:

  • Gaji riset tambahan dari lab
  • Akses fasilitas riset kelas dunia

Beasiswa bundling LPDP – UST Korea adalah peluang premium buat kamu yang ingin kuliah sekaligus riset di Korea Selatan dengan pendanaan penuh. Persiapannya memang serius, tapi hasilnya sangat sepadan dengan peluang karier global yang terbuka.