Beasiswa Indonesia - Korea (LPDP - UST Korea) 2026 Kembali Di Buka

LPDP kembali membuka beasiswa bundling dengan negara lain. Beasiswa bundling memberikan kesempatan bagi pendaftar beasiswa untuk dapat melakukan pendaftaran di dua program sekaligus, yaitu program beasiswa prioritas dan non prioritas atau beasiswa lainnya (afirmasi/targeted/umum) untuk tujuan luar negeri.

Program Bundling LPDP-UST Korea

Program bundling LPDP – UST Korea adalah salah satu jalur beasiswa yang menarik buat kamu yang ingin kuliah riset di Korea Selatan, khususnya di bidang sains dan teknologi. Program ini menggabungkan pendanaan dari pemerintah Indonesia dan universitas riset top Korea. Mahasiswa dapat merasakan belajar sambil mengikuti proyek riset yang nyata.

Keunggulan Beasiswa Bundling LPDP – UST

Program ini menarik karena biasanya kamu mendapat benefit dari dua sisi: LPDP + Korea. Umumnya mencakup:

  • Tuition fee full
  • Tunjangan hidup bulanan
  • Tiket pesawat
  • Asuransi kesehatan
  • Tunjangan buku & riset
  • Dukungan riset dari lab Korea

Di beberapa kasus, mahasiswa juga bisa dapat:

  • Gaji riset tambahan dari lab
  • Akses fasilitas riset kelas dunia

Beasiswa bundling LPDP – UST Korea adalah peluang premium buat kamu yang ingin kuliah sekaligus riset di Korea Selatan dengan pendanaan penuh. Persiapannya memang serius, tapi hasilnya sangat sepadan dengan peluang karier global yang terbuka.


Global Korean Scholarship Graduate Program (GKS-G) Sudah Di Buka: Yuk Kenalan!

Korea Selatan bukan hanya terkenal dengan K-Pop, K-Drama, dan teknologi canggihnya saja lho. Negara gingseng itu juga memiliki sistem pendidikan yang sangat maju. Salah satu peluang terbaik untuk kuliah di Korea Selatan adalah melalui Global Korea Scholarship (GKS), beasiswa penuh dari pemerintah Korea Selatan untuk mahasiswa internasional.

Mengenal Global Korean Scholarship

Global Korea Scholarship (GKS), yang dulu dikenal sebagai KGSP (Korean Government Scholarship Program), adalah program beasiswa resmi dari pemerintah Korea Selatan. Program ini ditujukan untuk mahasiswa internasional yang ingin melanjutkan studi S1, S2, atau S3 di universitas Korea. Beasiswa ini dikelola oleh pemerintah Korea untuk meningkatkan pertukaran budaya dan kerja sama pendidikan internasional. GKS-G diperuntukkan khusus buat kamu yang ingin menempuh pendidikan Magister di Korea Selatan. 

Salah satu alasan GKS sangat populer adalah karena cakupannya yang fully funded. Penerima beasiswa akan mendapatkan bantuan:
  • Biaya kuliah penuh
  • Tiket pesawat pulang-pergi

  • Tunjangan hidup bulanan

  • Asuransi kesehatan

  • Biaya pelatihan bahasa Korea

  • Tunjangan kedatangan dan penyelesaian studi

Dengan benefit ini, mahasiswa bisa fokus belajar tanpa harus khawatir soal biaya hidup.


Jalur Pendaftaran

Ada dua jalur utama untuk mendaftar yaitu Embassy Track dan University Track. Embassy track berarti kamu melamar beasiswa melalui kedutaan besar Korea Selatan di negara asal (Indonesia), biasanya jalur ini akan memberikan kesempatan untuk memilih maksimal 3 universitas. Sedangkan university track berarti kamu melamar beasiswa langsung ke universitas yang kamu tuju, dan hanya bisa memilih 1 universitas saja. Info lebih lanjut bisa kamu dapatkan di website kedutaan korea selatan atau website universitas yang dituju.

Global Korea Scholarship adalah peluang emas buat kamu yang punya mimpi kuliah di Korea Selatan tanpa beban biaya. Persaingan memang ketat, tapi dengan persiapan matang, peluang untuk lolos tetap terbuka lebar. Kalau kamu punya mimpi belajar di Korea, GKS bisa jadi langkah besar menuju masa depanmu.

Kebijakan Tarif Baru Trump: Ancaman bagi Ekonomi Indonesia?

Ilustrasi Presiden Amerika Trump menaikkan tarif impor

Pada 2 April 2025, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan kebijakan tarif impor baru yang signifikan, termasuk tarif dasar 10% untuk hampir semua barang impor dan tarif "resiprokal" tambahan yang lebih tinggi untuk negara-negara tertentu. Kebijakan ini menargetkan negara-negara yang dianggap memiliki praktik perdagangan tidak adil terhadap AS, dengan tarif 20% untuk Uni Eropa, 24% untuk Jepang, dan 34% untuk China. 

Dampak Terhadap Indonesia

Meskipun Indonesia tidak secara eksplisit disebutkan dalam pengumuman tarif terbaru ini, implikasi kebijakan tersebut dapat dirasakan secara tidak langsung. Sebelumnya, pada Februari 2025, pemerintahan Trump telah meningkatkan tarif pada baja dan aluminium dari 10% menjadi 25%, yang berpotensi mempengaruhi ekspor Indonesia di sektor tersebut. 

Peningkatan tarif ini dapat menyebabkan beberapa dampak negatif bagi Indonesia:

  1. Penurunan Ekspor: Kenaikan tarif membuat produk Indonesia menjadi kurang kompetitif di pasar AS, yang dapat menyebabkan penurunan volume ekspor.

  2. Ancaman Terhadap Lapangan Kerja: Sektor-sektor seperti tekstil, elektronik, dan otomotif yang bergantung pada ekspor ke AS mungkin menghadapi penurunan produksi, yang berpotensi menyebabkan pengurangan tenaga kerja atau pembekuan perekrutan. 

  3. Dampak pada Investasi Asing: Ketidakpastian perdagangan dapat membuat investor asing ragu untuk menanamkan modalnya di Indonesia, terutama di sektor-sektor yang terdampak tarif.

Respons dan Rekomendasi Kebijakan

Pemerintah Indonesia telah menyatakan kesiapan untuk menyesuaikan kebijakan guna mengantisipasi dampak dari peningkatan tarif impor AS. Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, menekankan pentingnya proaktif dalam menarik minat investor dan menjaga daya saing ekonomi nasional. 

Untuk menghadapi tantangan ini, beberapa langkah strategis yang dapat dipertimbangkan antara lain:

  1. Diversifikasi Pasar Ekspor: Mengurangi ketergantungan pada pasar AS dengan mencari dan memperluas pasar ekspor ke negara-negara lain yang memiliki potensi tinggi.

  2. Peningkatan Daya Saing Produk: Fokus pada peningkatan kualitas produk dan efisiensi produksi untuk memastikan produk Indonesia tetap kompetitif di pasar global.

  3. Penguatan Kerjasama Regional: Memperkuat hubungan dagang dengan negara-negara di kawasan Asia Tenggara dan Asia Timur untuk menciptakan blok perdagangan yang lebih solid.

  4. Stimulasi Investasi Domestik: Menciptakan iklim investasi yang kondusif bagi investor domestik untuk mengurangi ketergantungan pada investasi asing.

Kebijakan tarif impor terbaru yang diterapkan oleh pemerintahan Trump menambah tantangan bagi perekonomian global, termasuk Indonesia. Diperlukan respons yang cepat dan strategis dari pemerintah dan pelaku usaha untuk memitigasi dampak negatif dan memastikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.